-->

Hujan dan kenangan

Hujan dan kenangan
Hujan dan kenangan - Feeling100%

Hujan dan kenangan

Hujan selalu datang membawa Kenangan. Siapapun pasti punya kenangan. Entah itu manis atau pahit, yang pastinya kenangan menjadi harta berharga bagi semua orang. Benar, Kenangan manis bisa menjadi penyemangat bagi kehidupan seseorang, lalu kenangan pahit ? Bagaimana kenagan pahit bisa jadi berharga ? tentunya pengalaman pahit bisa jadi pelajaran paling berharga bagi semua orang agar tidak mengulangi kesalahan yang sama pada masa mendatang.
FEELING100% - Hujan masih turun dengan lebatnya sore ini. Kupandangi kiri dan kananku. Tak satupun manusia yang kukenal. Masing masing sibuk dengan gadjetnya. Dasar manusia zaman milaneal, tiada kehidupan tanpa melihat layar. Wajar wajar saja memang, barangkali mereka juga seperti aku, tidak saling kenal. Apalagi hujan masih terus turun, Mau ngapain lagi juga.

Semakin sore makin ramai manusia mendatangi halte tempat ku berteduh ini. bahkan hampir  tidak dapat menampung. syukur aku kebagian tempat duduk. Beberapa yang lain hanya dapat berdiri. Bapak bapak di sebelah kanan tempat kududuk kelihatannya kebasahan oleh percikan air hujan.

Disebelah kiriku duduk seorang gadis yang kutebak masih dibawah 25 tahunan. Barangkali masih anak kuliahan pikirku. Seketika ingin kusapa, namun aku membatalkan rencanaku. Dikondisi cuaca seperti ini orang malas bicara pikirku. Belum lagi kondisi halte yang berdesakan seperti ini. Namun sempat kupandangi dia sekilas, manis juga orangnya, dan entah mengapa seperti wajah nya tidak asing bagiku. Otakku berpikir keras dimana pernah kukenal orang ini. Namun sepertinya perasaanku saja. Dasar otak laki laki, asal ada perempuan cantik langsung merasa akrab.

Cepat cepat kubuang pandanganku ketika aku tau dia merasa dipandangi,takut dibilang kurang sopan. Tak kusangka dia tersenyum kearahku. Akupun membalas senyumnya. Kini kami bertentang mata. Kali ini aku benar benar yakin kenal dengan perempuan ini. Ah ! tapi dimana ya. kali ini aku benar benar buntu.

Belum lama kami bertatap mata , angkot yang ditunggu tunggu pun datang. Bukan angkot jurusanku.
Cewek disebelah dengan berdiri cepat cepat. Angkotnya barangkali.Tanpa disengaja menabrak aku disampingnya. Tasnya terjatuh. Aku membantunya mengambil tasnya. " Terima kasih mas. " Ucapnya diikuti senyum manisnya. Aku hanya membalas dengan senyum.

Lama aku memandanginya hingga angkotnya hilang dari pandangan. Aku kembali duduk. Mataku melihat ada gantungan kunci yang terjatuh pas ditempat duduk cewek tadi. pasti ini miliknya desisku.
Kuamati gantungan kunci yang terbuat dari kayu itu. Kayaknya aku pernah punya gantungan kunci yang sama persis . 

To be continue.........



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hujan dan kenangan"

Posting Komentar

Katakan dengan cinta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel